Thursday, June 15, 2017

*MENGGAPAI KEAJAIBAN 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN*

Berbagai kegiatan ibadah bisa dilakukan untuk mengisi ramadhan terutama pada sepuluh malam terakhir bulan suci itu. Dengan kegiatan itu kita akan menggapai keajaiban-keajaiban yang ada di dalamnya. Dan kita akan meraihnya secara penuh jika ada kesungguhan untuk melaksanakannya. Rasulullah saw. dan para sahabat ra. telah mencontohkan aktifitas ibadah yang penting dilakukan pada saat malam-malam tersebut diantaranya adalah:

💎 1. *I’tikaf.*
Iaitu diam di masjid dengan niat yang khusus dan disertai ibadah. Imam Nawawi dalam kitab An-Nihayah mengartikan i’tikafsebagai menetapi sesuatu dan menempatinya. Maka orang yang menetap di masjid dengan melaksanakan ibadah di dalamnya disebut orang yang beri’tikaf. Rasulullah saw. biasa melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir ramadhan. Ibnu Umar ra. Berkata:

*« كَانَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ   العَشْرَ الأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ »*

*Rasulullah saw. beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.*
(HR. Mutafaq ‘alaih)

 
💎2. *Memperbanyak bersedekah.*

Ibnu Abas ra. berkata:
*كَانَ رَسُوْلُ اللهِ، صَلىَّ الله عليه وسلم، أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا َيكوُنْ ُفِيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ.*

*Rasulullah saw. adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun, dan pada bulan ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau.*
(HR. Mutafaq ‘alaih)

 
💎 2. *Memperbanyak membaca al-Qur’an.* Kerana pahala membacanya akan dilipatgandakan melebihi pahala pada bulan selain ramadhan. Selain itu bulan ramadhan adalah bulan dimana al-Qur’an diturunkan pertama kali. Oleh karenanya para ulama terdahulu lebih banyak mengkhatamkan al-Qur’an dibulan ramadhan. Imam Syafi’i biasa mengkhatamkannya sebanyak 60 kali pada bulan ramadhan lebih banyak dari bulan lainya yang hanya satu kali dalam sehari semalam. Malaikat Jibril senantiasa mendatangi Rasulullah saw. pada bulan ramadhan untuk membacakan al- Qur’an kepada beliau. Ibnu Abas berkata: Jibril menemui Rasulullah saw. pada setiap malam dibulan ramadhan kemudian ia membacakan Qur’an kepada beliau saw.*
(HR. Mutafaq ‘alaih)

💎 3. *Melakukan ibadah umrah.*

*Rasulullah saw. bersabda: “Umrahlah kamu pada bulan ramadhan, karena umrah pada bulan ramadhan sebanding dengan melaksanakan ibadah haji”*
(HR. An-Nasai)

💎 4. *Memperbanyak berdo’a.*

Dari Aisyah ra. ia berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana jika suatu malam aku mengetahui bahwa itu malam lailatul qadar, apa yang harus aku baca? Beliau bersabda, bacalah;

*« اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي »*

*Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau menyukai permintaan maaf maka ampunilah aku.*
(HR. Tirmidzi)

 
💎 5.  *Memperbanyak shalat sunnah.*

*« مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »*

*Barangsiapa yang bangun (untuk shalat) pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.*
(HR. Mutafaq ‘alaih)

 
💐 *Meraih Cinta Allah*

Segala amal nafilah atau ibadah sunnah yang kita lakukan dengan penuh ketulusan akan mendekatkan kita dengan Allah swt. dengan itu kita akan mendapatkan cinta-Nya. Cinta Allah kepada seorang hamba adalah anugerah yang tidak terhingga. Karena ia akan menjadi orang yang paling diperhatikan Allah. Ia pun akan senantiasa diliputi kasih dan sayang-Nya yang akan mendatangkan kepada kebahagiaan yang tiada bandingannya. Allah akan selalu membimbing setiap langkahnya sehingga ia tidak akan terpeleset ke jurang kenistaan. Seluruh tubuhnya akan terjaga, karena Allah akan mengendalikannya. Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Abu Hurairah, Allah swt. berfirman:

*« وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقرَّبُ إلَيَّ بالنَّوافِلِ حَتَّى أحِبَّهُ ، فَإذَا أَحبَبتُهُ كُنْتُ سَمعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشي بِهَا ، وَإنْ سَأَلَني أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ »*

*Dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia memegang dengannya, dan kakinya yang ia melangkah dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya dan jika meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan memberi perlindungan kepadanya.* 
(HR. Bukhori)

☝🏼 Jika kita sudah tahu kehebatan sepuluh malam terakhir dan keutamaan yang ada di dalamnya maka apalagi yang membuat kita tidak tergerak untuk  bersungguh-sungguh mendapatkannya? Masihkah kebiasaan berdesak-desakan di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan akan terus kita lakukan? Padahal ada kegiatan yang seharusnya diprioritaskan dari hanya sekedar mempersiapkan hari raya dengan pakaian yang serba baru dan makanan yang beraneka ragam. Sementara ladang pahala yang lewat di hadapan kita dibiarkan berlalu tanpa perhatian. Mungkin kesempatan ini hanya tinggal sekarang diberikan Allah kepada kita. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu kembali dengan ramadhan?
Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk meraih cinta-Nya.
Aamiin

Moga bermanfaat.

Sunday, June 11, 2017

100 PERINTAH ALLAH SWT DALAM AL QURAN UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA SEHARI-HARI

1. Jangan berkata kasar (QS 3 – Ali Imran : 159)

2. Tahanlah amarah (QS 3 – Ali Imran : 134)

3. Berbaiklah kepada orang lain (QS 4 – An Nisaa’ : 36)

4. Jangan sombong dan arogan (QS 7 – Al A’raaf : 13)

5. Maafkanlah kesalahan orang lain (QS 7 – Al A’raaf : 199)

6. Berbicaralah dengan nada halus (QS 20 – Thaahaa : 44)

7. Rendahkanlah suaramu (QS 31 - Luqman : 19)

8. Jangan mengejek orang lain (QS 49 – Al Hujuraat : 11)

9. Berbaktilah pada orang tua (QS 17 – Al Israa’ : 23)

10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua (QS 17 – Al Israa’ : 23)

11. Jangan memasuki kamar peribadi orang tua tanpa izin (QS 24 – An Nuur : 58)

12. Catatlah hutang-hutangmu (QS 2 – Al Baqarah : 282)

13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta (QS 2 – Al Baqarah : 170)

14. Berikanlah perpanjangan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesulitan (QS 2 – Al Baqarah : 280)

15. Jangan makan riba’/membungakan wang (QS 2 – Al Baqarah : l

16. Jangan melakukan penyuapan (QS 2 – Al Baqarah : 188)

17. Jangan ingkar atau melanggar janji (QS 2 – Al Baqarah : 177)

18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu (QS 2 – Al Baqarah : 283)

19. Jangan campur adukkan kebenaran dengan kebohongan (QS 2 – Al Baqarah : 42)

20. Berlakulah adil terhadap semua orang (QS 4 – An Nisaa’ : 58)

21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas (QS 4 – An Nisaa’ : 135)

22. Harta yang meninggal harus dibahagikan kepada anggota keluarga (QS 4 – An Nisaa’ : 7)

23. Wanita memiliki hak waris (QS 4 – An Nisaa’ : 7)

24. Jangan memakan harta para anak yatim (QS 4 – An Nisaa’ : 10)

25. Lindungi anak yatim (QS 2 – Al Baqarah : 220)

26. Jangan memboroskan harta dengan semena-mena (QS 4 – An Nisaa’ : 29)

27. Damaikanlah orang yang berselisih (QS 49 – Al Hujuraat : 9)

28. Hindari prasangka buruk (QS 49 – Al Hujuraat : 12)

29. Jangan mengata atau memfitnah orang (QS 2 – Al Baqarah : 283)

30. Jangan mengata atau memfitnah orang (QS 49 – Al Hujuraat : 12)

31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial (QS 57 – Al Hadid : 7)

32. Biasakan memberi makan orang miskin (QS 107 – Al Maa’uun : 3)

33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah (QS 2 – Al Baqarah : 273)

34. Jangan menghabiskan wang untuk bermegah-megah (QS 17 – Al Israa’ : 29)

35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu (QS 2 – Al Baqarah : 264)

36. Hormatilah tamu anda (QS 51 – Adz Dzaariyaat : 26)

37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri (QS 2 – Al Baqarah : 44)

38. Jangan berbuat kerosakan di muka bumi (QS 2 – Al Baqarah : 60)

39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid (QS 2 – Al Baqarah : 114)

40. Perangilah mereka yang memerangi mu (QS 2 – Al Baqarah : 190)

41. Jagalah etika perang (QS 2 – Al Baqarah : 191)

42. Jangan lari dari peperangan (QS 8 – Al Anfaal : 15)

43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) (QS 2 – Al Baqarah : 256)

44. Berimanlah kepada para Nabi (QS 2 – Al Baqarah : 285)

45. Jangan melakukan hubungan badan saat haid (QS 2 – Al Baqarah : 222)

46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh (QS 2 – Al Baqarah : 233)

47. Jauhilah hubungan badan di luar nikah (QS 17 – Al Israa’ : 32)

48. Choose rulers by their merit Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya (QS 2 – Al Baqarah : 247)

49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya (QS 2 – Al Baqarah : 286)

50. Jangan mahu dipecah belah (QS 3 – Ali Imran : 103)

51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini (QS 3 – Ali Imran 3 :191)

52. Lelaki mahupun wanita mendapat imbalan yang sama sesuai perbuatannya (QS 3 – Ali Imran : 195)

53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu (QS 4 – An Nisaa’ : 23)

54. Keluarga harus di-imami oleh seorang laki-laki (QS 4 – An Nisaa’ : 34)

55. Jangan bakhil (QS 4 – An Nisaa’ : 37)

56. Jangan iri hati (QS 4 – An Nisaa’ : 54)

57. Jangan saling membunuh (QS 4 – An Nisaa’ : 92)

58. Jangan membela ketidak jujuran atau kebohongan (QS 4 – An Nisaa’ : 105)

59. Jangan bekerjasama dalam melakukan dosa dan kekerasan (QS 5 – Al Maa-idah : 2)

60. Bekerjasamalah dalam kebenaran (QS 5 – Al Maa-idah : 2)

61. Majoriti bukanlah merupakan kriteria kebenaran (QS 6 – Al An’aam : 116)

62. Berlaku adil (QS 5 – Al Maa-idah:8)

63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan (QS 5 – Al Maa-idah : 38)

64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum (QS 5 – Al Maa-idah : 63)

65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi (QS 5 – Al Maa-idah : 3)

66. Hindari minum racun dan alkohol (QS 5 – Al Maa-idah : 90)

67. Jangan berjudi (QS 5 – Al Maa-idah : 90)

68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain (QS 6 – Al An’aam : 108)

69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu (QS 6 – Al An’aam : 152)

70. Makan dan minumlah secukupnya (QS 7 – Al A’raaf : 31)

71. Kenakanlah pakaian yang bagus saat sholat (QS 7 – Al A’raaf : 31)

72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan (QS 9 – At Taubah:6)

73. Jagalah kemurnian (QS 9 – At Taubah : 108)

74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah (QS 12 – Yusuf : 87)

75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kérana ketidak-tahuan (QS 16 – An Nahl : 119)

76. Berseru kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana (QS 16 – An Nahl : 125)

77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain (QS 17 – Al Israa’ : 15)

78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan (QS 17 – Al Israa’ : 31)

79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya (QS 17 – Al Israa’ : 36)

80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat (QS 23 – Al Mu’minuun : 3)

81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah (QS 24 – An Nuur : 27)

82. Allah menjamin imbalan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah (QS 24 – An Nuur : 55)

83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati (QS 25 – Al Furqaan : 63)

84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan (QS 28 – Al Qashash : 77)

85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah (QS 28 – Al Qashash:88)

86. Jangan terlibat dalam homoseksual (QS 29 – Al ‘Ankabuut : 29)

87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar (QS31 Luqman17)

88. Janganlah berjalan di muka bumi dgn sombong (QS31:Luqman: 18)

89. Wanita dilarang mempamerkan diri (QS 33 – Al Ahzab : 33)

90. Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (QS 39 – Az Zumar : 53)

91. Jangan berputus asa akan ampunan Allah (QS 39 – Az Zumar : 53)

92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan (QS 41 – Fushshilat : 34)

93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah (QS 42 – Asy Syuura : 38)

94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa (QS 49 – Al Hujuraat : 13)

95. Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam) (QS 57 – Al Hadid : 27)

96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu (QS 58 – Al Mujaadilah : 11)

97. Perlakukan non-Muslim dengan baik dan adil (QS 60 - Al Mumtahanah : 8)

98. Hindari diri dari kekikiran (QS 64 – At Taghaabun : 16)

99. Mohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 73 – Al Muzzammil : 20)

100. Jangan mengherdik orang yang meminta-minta (QS 93 – Adh Dhuhaa : 10)

Shadaqallahul adzim, Maha Benar Allah dengan segala FirmanNya

Saturday, June 3, 2017

PENGURUSAN HAL EHWAL MURID (HEM)

Pengenalan
Pengurusan Hal-Ehwal Murid (HEM) merupakan satu bidang yang penting di sekolah. Sekiranya tidak dikendalikan dengan baik ia akan mencacatkan dan menjejaskan perjalanan dan prestasi sekolah itu sendiri. Dengan adanya permintaan dan harapan yang tinggi di kalangan murid/pelajar dan masyarakat seluruhnya terhadap kemampuan sekolah, pengurus atau pemimpin sekolah seharusnya memainkan peranan yang lebih daripada hanya menjalankan fungsi pentadbiran dan penyelenggaraan. Pengurus/pemimpin sekolah mesti berupaya menjadi penggerak dan penggalak perubahan untuk mempengaruhi ahli-ahli dalam sekolah menuju ke arah kecemerlangan. Ini kerana pelajar-pelajar merupakan aset negara masa depan. Jatuh bangunnya negara bergantung kepada kualiti tenaga manusia yang dihasilkan oleh pendidikan. Untuk membantu individu supaya seimbang dari segi jasmani, emosi, rohani, dan intelek (J.E.R.I) sebagaimana yang tercerna dalam Falsafah Pendidikan Negara (FPN) bukanlah satu perkara yang mudah. Di peringkat sekolah ia berkehendakkan satu perancangan yang lebih berstruktur dan strategik untuk memastikan sesebuah sekolah itu memenuhi ciri-ciri instituti yang berjaya dalam bidang akademik dan bukan akademik. Oleh itu untuk mencapai hasrat ini, jawatan khas Guru Penolong Kanan (HEM) telah diwujudkan di sekolah bagi membantu pihak pentadbir (guru besar/pengetua) dalam memainkan peranan sebagai pemaju, pembina, pembantu, perancang, pemudahcara, penyelaras, pengawal, penawar, dan kaunselor kepada ahli-ahli di bawah pengawasannya khususnya pelajar-pelajar. Siapakah Pelajar-Pelajar Sekolah?
Pelajar-pelajar sekolah terdiri daripada mereka yang berumur antara 7 hingga 18 tahun. Pelajar-pelajar sekolah rendah ialah mereka yang berumur antara 7 hingga 12 tahun manakala pelajar sekolah menengah pula berumur antara 13 hingga 18 tahun. Mengikut ahli-ahli psikologi, kanak-kanak atau pelajar-pelajar yang berada pada setiap peringkat umur mesti melaksanakan tugas perkembangan masing-masing. Kegagalan memenuhi tugas perkembangan pada sesuatu peringkat boleh menjejaskan perkembangan kanak-kanak atau pelajar-pelajar pada peringkat perkembangan seterusnya. Pengurus-pengurus di peringkat sekolah mestilah memahami diri pelajar sebagai organisme yang berkembang dan kompleks. Mereka menghadapi pelbagai masalah dan cabaran yang kompleks dalam proses perkembangan diri dan memerlukan bantuan serta bimbingan daripada guru-guru di sekolah.Konsep Pengurusan dan Pengurusan Hal Ehwal Murid
Menurut Peter F. Drucker, pengurusan boleh ditakrifkan sebagai proses sosial yang dibentuk untuk memberikan kerjasama, penglibatan, campur tangan dan penyertaan orang lain ke arah pencapaian yang lebih berkesan terhadap sesuatu objektif yang ditetapkan.
Jaafar Muhammad (1988) pula mendefinisikan pengurusan sebagai satu proses mengagihkan input-input organisasi (termasuk sumber ekonomi dan sumber kakitangan) dengan cara perancangan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawalan untuk tujuan mengeluarkan output (perkhidmatan) yang diperlukan oleh pelanggan-pelanggan supaya objektif organisasi tercapai.
Oleh itu, berlandaskan konsep asas pengurusan, pengurusan HEM merupakan satu proses pengendalian resos-resos sama ada manusia atau fizikal dengan tujuan untuk mencapai matlamat dan objektif pada tahap yang memuaskan. Dalam waktu yang sama ianya dapat memberikan rasa kepuasan, semangat kerjasama dan disiplin yang tinggi di kalangan ahli-ahli dan semua pihak yang terlibat dalam instutiti sekolah sama ada pentadbir, pelajar, guru, kakitangan sokongan, ibu bapa, dan masyarakat.
Dalam istilah yang mudah pengurusan HEM adalah proses-proses yang berhubungkait dengan:
i. Perancangan kerja atau program bagi murid/pelajar
ii. Pengelolaan murid/pelajar dan program secara berkesan
iii. Pemilihan cara atau kaedah yang berkesan dalam pengurusan organisasi
iv. Penyeliaan dan penyelarasan aktiviti-aktiviti
v. Pengawalan, penilaian prestasi murid/pelajar dan penilaian program

Ada juga yang melihat proses pengurusan HEM tersebut dari aspek:
i. Perancangan (planning)
Proses menentukan objektif dan cara operasi untuk
aktiviti-aktiviti HEM yang dijalankan bertujuan untuk mencapai
matlamat dengan cara yang paling berkesan.
ii. Pengelolaan (Organising)
Pengumpulan resos-resos sama ada manusia atau bukan manusia
dan pembentukan prosedur dalam menguruskan program HEM.
iii. Pentadbiran/Memimoin (Leading)
Merangkumi kepemimpinan, motivasi, penyeliaan, dan penyelarasan
terhadap program/rancangan HEM berkenaan.
iv. Pengawalan/Pemulihan (Controlling)
Ini berkait dengan laporan, maklumbalas, tindak ikut untuk
memperbaiki rancangan HEM yang dilaksanakan.

Sejarah Perkhidmatan HEM/Personalia di Sekolah
Di negara barat seperti Amerika dan Syarikat, pengurusan personalia pelajar yang lebih dikenali sebagai Perkhidmatan Bantuan (student services) atau Perkhidmatan Personelia Pelajar (student personnel services) pada awal 1920-an yang bermula di instituti pengajian tinggi dan kemudiannya berkembang pula sehingga ke peringkat sekolah. Dengan berpegang kepada pendapat bahawa sedangkan mahasiswa di pengajian tinggi yang lebih dewasa pun memerlukan perhatian dalam aspek peribadi, kanak-kanak di sekolah tentulah lebih memerlukan perhatian dalam aspek-aspek yang disebutkan. Nordin (1993:17) memetik kandungan buku Sturtevant dan Hayes (1930) yang menyatakan bahawa aspek perkhidmatan yang disediakan oleh pekerja personelia murid di barat pada peringkat awal meliputi bimbingan pelajaran dan pekerjaan, pelanggaran disiplin, moral, hal-hal sosial, masalah kesihatan tubuh badan dan faktor ekonomi yang menganggu kehidupan sebagai pelajar. Nama-nama jawatan yang pernah dicatatkan dalam Education Research Bulletin pada awal sejarah perkhidmatan ini termasuklah pegawai penjaga kedatangan murid, guru pelawat, ahli psikologi sekolah, ahli psikitri sekolah, penyelia dan pegawai kesihatan sekolah.
Seperti juga di negara-negara barat, di Malaysia, perkhidmatan hal ehwal pelajar secara rasmi juga dimulakan di peringkat universiti iaitu pada penghujung tahun 1960-an dan awal 70-an ekoran gerakan agresif para mahasiswa universiti dan kemudiannya kerajaan mewujudkan Akta Universiti dan Kolej Universiti (AUKU) yang mewujudkan jawatan Timbalan Naib Canselor Disiplin buat pertama kalinya yang kemudiannya diubah kepada Timbalan Naib Canselor (Hal Ehwal Pelajar).
Di peringkat sekolah, perkhidmatan yang secara konsepnya termasuk di bawah ruang lingkup personalia murid telah lama wujud. Tugas menjaga disiplin pelajar sebenarnya telah wujud menyamai sejarah pendidikan formal pendidikan di Malaysia itu sendiri. Perkhidmatan bimbingan dan kaunseling pula wujud pada awal tahun 1960-an. Bagaimanapun perkhidmatan `hal ehwal murid’ secara formal adalah fenomena awal tahun 1980-an. Jawatan Penolong Kanan (Hal Ehwal Murid) hanya diisi dan diwujudkan oleh Kementerian Pelajaran pada awal tahun tersebut. Ini meliputi semua sekolah menengah hingga ke sekolah rendah.
Rasional perkhidmatan Hal Ehwal Murid di Malaysia
Nordin Kardi (1993) menyatakan terdapat 2 jenis rasional kewujudan pengurusan hal ehwal murid diwujudkan di semua jenis instituti pendidikan di Malaysia iaitu:
(i) Rasional tersembunyi - berunsur politik
(ii) Rasional terbuka - berunsur pendidikan
Rasional tersembunyi, walaupun tidak nyata tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat umum. Malaysia yang rakyatnya majmuk mewujudkan jurang dari segi ekonomi pada tahun-tahun sebelum 1970-an. Peristiwa 13 Mei 1969 telah membawa perubahan dalam corak pengurusan pendidikan. Akta Universiti dan Kolej Universiti 1971 kemudiannya diwujudnya yang seterusnya jawatan Timbalan Naib Canselor (HEP) wujud di universiti.
Rasional terbuka pula menggambarkan kemunculan pengurusan hal ehwal pelajar sebagai memenuhi cita-cita murni pendidikan. Faktor bilangan pelajar yang semakin bertambah di semua peringkat instituti pendidikan, keperluan pelajar terhadap perkhidmatan yang lebih bertanggungjawab dan profesional dan melaksanakan konsep-konsep dan amalan baru dalam dunia pendidikan, sering disebut sebagai rasional yang mendorong penyediaan dan seterusnya pengurusan dalam hal ehwal murid berkenaan.
Sekolah dikatakan bertanggungjawab menyediakan suasana pendidikan yang kondusif dari aspek sosial, fizikal dan kerohanian. Suasana sedemikian dikatakan begitu perlu untuk membina `scholarship’ di sekolah. Pengurusan informal yang diberikan oleh guru biasa secara tidak formal dikatakan tidak lagi mampu diteruskan bahkan tidak lagi `cost effective’. Dengan rasional ini, diwujudkan pentadbiran hal ehwal murid atau pelajar disemua peringkat instituti pendidikan termasuk sekolah.
Falsafah dam Fungsi Pengurusan HEM Di Sekolah.
Menurut Williamson dan Sarbin (1940) perkhidmatan hal ehwal murid hendaklah merangkumi falsafah pendidikan yang holistik, falsafah demokrasi yang mengiktiraf harga diri setiap individu, keunikan dan kompleksnya masalah pelajar, keperluan pelajar terhadap pertolongan profesional dan keperluan terhadap usaha menghindar atau pencegahan masalah.
Nordin (1993:18) pula memetik pandangan dalam tulisan Mueller (1961) yang menggariskan falsafah pengurusan murid iaitu:
The uniqueness of individuals is recognized.
Each individual must be treated as a functioning whole.
A Student Personel program must be developed based on the individual’s current drivers, interest, and needs, that is appropriate for any particular school.
Pengurusan Hal Ehwal Murid atau personalia pelajar dalam konteks negara Malaysia pula pada asasnya mestilah bertunjangkan kepada Falsafah Pendidikan Negara (FPN) dan Dasar Pendidikan Kebangsaan (DPK). Dengan kata-kata lain, pengurusan HEM yang dikendalikan dalam semua instituti pendidikan termasuklah di sekolah hendaklah dilaksanakan berpandukan falsafah, dasar, aspirasi dan sistem pendidikan di negara ini. Berdasarkan pegangan falsafah ini, maka segala urusan berkaitan perkhidmatan dan pengurusan Hal Ehwal Murid bukan sahaja bertepatan dengan matlamat sekolah, tetapi juga matlamat negara.
Berdasarkan asas falsafah itu, digariskan beberapa prinsip asas pentabiran HEM iaitu:
Keseluruhan tugas pengurusan HEM hendaklah difahami dan dipecahkan kepada komponen-komponennya. Pengurus HEM hendaklah mengkaji fungsi-fungsinya secara mendalam dan berusaha mendapatkan pengalaman melaksanakannya.
Tanggungjawab melaksanakan fungsi-fungsinya yang khusus hendaklah diserahkan kepada personel yang berkelayakan.
Setiap staf hendaklah bekerja mengikut tahap kepandaian dan kemampuannya yang maksimum.
Walaupun guru-guru lain juga perlu dilibatkan bagi melaksanakan pengurusan HEM, sesebuah sekolah itu hendaklah mempunyai tenaga yang berkepakaran.
Pakar dalam bidang ini elok menumpukan usaha mengajar guru lain dan menolong mereka tumbuh dan berkembang sendiri bagi memenuhi keperluan murid.
Setiap staf hendaklah diberi orientasi terhadap tugas dan tanggungjawab dengan secukupnya.
Ia hendaklah mengendalikan aktiviti yang sampai kepada setiap pelajar.
Hendaklah ada sistem yang membolehkan setiap pelajar mempunyai hubungan yang rapat dengan sekurang-kurangnya seorang guru.
Aktiviti-aktiviti berkelompok hendaklah dilaksanakan.
Peranan dan pembahagian tugas staf hendaklah disediakan dengan jelas.
Saiz pentadbiran HEM hendaklah berpadanan dengan saiz keperluan sesebuah sekolah itu sendiri.
Hubungan dengan badan-badan di luar instituti pendidikan hendaklah diadakan. Hubungan dengan NGO dan pelbagai jabatan kerajaan misalnya, mampu menyediakan pilihan aktiviti yang sangat luas. Ia kerap kali dapat membantu mempermudahkan prosedur kerja yang memerlukan urusan dengan pihak luar.
Fungsi-fungsi pengurusan HEM di sekolah pula dapat dilihat seperti berikut:
mengenalpasti potensi pelajar dan memupuknya hingga ke tahap cemerlang.
memberikan khidmat bantuan kepada pelajar yang bermasalah.
mengelolakan program latihan kepemimpinan dan organisasi pelajar.
mengendalikan program orientasi pelajar.
memberi galakan dan pedoman berdikari.
mendedahkan pelajar terhadap sumber-sumber pengetahuan masyarakat.
mengeratkan hubungan antara instituti pendidikan dengan masyarakat dan ibu bapa.
mengorientasikan pandangan ibu bapa supaya secocok dengan matlamat pendidikan negara.
merancang dan melaksanakan program kendiri untuk mengenal kelemahan dan kekuatan diri.
mengatur dan mengelola aktiviti untuk mencapai kecemerlangan diri.
Prinsip dan Strategi Pengurusan HEM di Sekolah.
Prinsip dan strategi dalam pengurusan HEM di sekolah amatlah mustahak demi mencapai keberkesanan sesuatu program khususnya untuk membina sahsiah pelajar. Prinsip yang tepat dan praktikal pasti akan dapat menentukan halatuju pengurusan sesuatu program. Kawalselia dan penyelarasan juga akan dapat mengurangkan masalah. Jadi beberapa prinsip yang sesuai untuk menentukan pengurusan HEM berasaskan kepada satu sistem yang terancang dan teratur. Di antara prinsip-prinsip pengurusan HEM yang sesuai ialah:
Perancangan jadual kerja yang rapi mengikut jangka pendek dan jangka panjang.
Pengelolaan program secara terperinci bagi menentukan kejayaan.
Penggunaan staf secara optimum dengan memupuk semangat mereka ke tahap tertinggi.
Pengarahan kerja staf bagi menjamin kelicinan perjalanan organisasi.
Penyelarasan aktiviti untuk mengawal pembaziran masa, tenaga dan peruntukan.
Pengawalan belanjawan mengikut prinsip penggunaan minimum untuk mendapatkan hasil yang maksimum
Proses penilaian program secara objektif.
Strategi pengurusan HEM pula akan menentukan dan menjamin keberkesanan sesuatu program atau tindakan yang akan diambil. Tanpa strategi pengurusan, mungkin sukar bagi sesuatu organisasi untuk mencapai matlamatnya. Pengurusan HEM yang menggunakan teori dan model yang sesuai dapat menentukan ketepatan tindakan strategi. Di antara beberapa strategi yang perlu diambilkira ialah penggunaan pelbagai teori dan model termasuklah:
Penggunaan teori motivasi bagi menggerakkan pelajar.
Penggunaan teori kepimpinan bagi mewujudkan ciri-ciri kepimpinan di kalangan pelajar.
Pengunaan teori pengurusan supaya rancangan pemupukan personaliti pelajar mencapai keberkesanannya.
Pengunaan teori tingkahlaku untuk mengubah sikap pelajar ke arah yang positif.
Penggunaan teori kaunseling untuk membantu dan membimbing pelajar dalam pelbagai aspek dan penguraian masalah.
Penggunaan teori pengajaran dan pembelajaran bagi memudahkan penerapan sesuatu program yang bermatlamat.
Penggunaan model-model disiplin untuk membantu menyelesaikan pelbagai masalah disiplin yang berkaitan dengan pelajar.
Penggunaan model-model latihan untuk menyemai, memupuk dan membentuk personaliti dan tingkahlaku serta jiwa insan pelajar yang harmonis.
Objektif Pengurusan Hal Ehwal Murid
Objektif Pengurusan Hal Ehwal Murid dapat dibahagikan kepada 4 bahagian iaitu:-
Objektif Masyarakat
Masyarakat memerlukan sumber tenaga manusia yang berkualiti dan cemerlang bagi memenuhi keperluan tenaga kerja dalam masyarakat sama ada bekerja dalam sektor awam, swasta atau bekerja sendiri.
Objektif Sekolah
Sekolah mempunyai matlamat dan objektif yang telah ditetapkan dari segi pencapaian akademik dan non-akademik. Pelajar-pelajar dalam konteks ini
dikehendaki berusaha bagi mencapai matlamat dan objektif yang ditetapkan oleh pihak sekolah.
Objektif Fungsian
Sekolah dan pelajar-pelajarnya mesti memainkan fungsinya dengan sebaik mungkin supaya proses pendidikan, penerapan nilai-nilai dan sosialisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pengurus Hal Ehwal Murid sebagai satu unit perlu memainkan fungsinya supaya sekolah berjalan dengan lancar.
Objektif Peribadi Pelajar
Pelajar sebagai individu mempunyai objektf yang tertentu di dalam proses pembelajaran di sekolah. Cita-cita dan harapan setiap pelajar perlu dipenuhi oleh pihak sekolah sama ada bagi tujuan akademik mahupun kerjaya pada masa hadapan.
Personel Dalam Pengurusan HEM
Personel adalah komponen yang paling penting dalam sesuatu organisasi. Kualiti pengurusan sesebuah organisasi dan keluarannya bergantung terus kepada kualiti personelnya. Oleh yang demikian, semua personel dalam pengurusan HEM sama ada profesional atau bukan profesional hendaklah sentiasa segar dari segi pengetahuan dan latihan mereka. Terdapat beberapa ciri kualiti yang perlu ada pada personel HEM daripada Pengetua, Pen. Kanan HEM, kaunselor dan staf –staf yang lain iaitu:
Komited terhadap pengurusan HEM.
Berkemahiran mengenalpasti dan memahami permasalahan pelajar dan menyelesaikannya.
Berpengalaman memahami perkembangan personaliti pelajar.
Berinisiatif untuk menjayakan pengurusan HEM.
Berupaya mewujudkan suasana yang selamat dan kondusif untuk aktiviti pengajaran dan pembelajaran (P & P)
Oleh itu seseorang pengurus HEM perlu memiliki kemahiran konseptual, kemahiran manusia dan kemahiran teknikal untuk mempersiapkan diri mengelolakan hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan HEM di sekolah.




Unit Hal Ehwal Murid di Sekolah
Unit Hal Ehwal Murid (HEM) atau di sesetengah sekolah dinamakan seperti Majlis HEM, Unit Personalia Pelajar dan lain-lain yang membawa konotasi yang sama adalah satu unit yang diwujudkan di bawah pengelolaan Penolong Kanan (HEM) di sekolah-sekolah untuk menguruskan perkhidmatan hal ehwal murid.
Peranan utama unit ini mengendalikan pelbagai program dan perkhidmatan serta pengurusan yang tersirat dalam kurikulum sekolah sama ada berupa akademik atau ko-kurikulum iaitu:
Merancang program aktiviti dan teknik pelaksanaan semua aktiviti untuk per kembangan sahsiah pelajar.
Menyelaras, menyelia dan menilai pelaksanaan aktiviti pelajar.
Mempertingkatkan akhlak dan nilai hidup pelajar, membina personaliti dan membentuk sikap pelajar yang positif dan progresif.
Mengawasi keselamatan, menjaga kesihatan dan memelihara kebajikan pelajar.
Membina semangat kasih sayang kepada diri sendiri, ibu bapa, agama dan negara.
Untuk menjayakan pengelolaan program dan perkhidmatan HEM berkenaan, unit ini biasanya mempunyai struktur organisasi yang tertentu yang diubahsuai dan ditambah mengikut keperluan di sekolah-sekolah berkenaan. Rajah 1 dan 2 di bawah dapat menunjukkan contoh struktur asas unit HEM yang mempunyai beberapa bahagian di bawah kawalannya dan setiap bahagian atau bidang ini mempunyai objektif, dasar, pelaksanaan dan kumpulan sasaran masing-masing.

Wednesday, May 31, 2017

DAHSYATNYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA

Oleh : Ustadz Alwi bin Ali Alhabsyi

*Ada suatu waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana doa tersebut tidak akan ditolak oleh Allah SWT, iaitu berdoa saat "menjelang berbuka puasa" dan "menjelang makan sahur"*, namun sayang banyak kaum muslimin belum mengetahuinya.

Di Makkah & Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib orang-orang sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa untuk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sehingga air mata mereka mengalir laju.

Ya, berdoa meminta kpd Allah Yang Maha Kaya.

Kesalahan yang dilakukan kaum muslimin kita di sini iaitu dengan *mensia-siakan waktu yang sangat mustajab menjelang adzan maghrib!!! Kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka dan mereka sudah merasa cukup dengan hanya membaca, "Allahuma lakasumtu... atau dzahaba zhoma'u...", padahal hanya sekadar maknanya berupa laporan dan ucapan syukur.

*Setelah kita memahaminya, hendaknya minimum 10 ~ 15 minit sebelum azan maghrib (sudah dalam keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja* (adabnya dengan didahului puji-pujian kepada Allah dan bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, karena Allah SWT menjamin bahawa doa'-doa' tersebut akan dikabulkan Allah

Manfaatkanlah waktumu sahabat, bukan hanya demi santapan atau menjamu makanan saat menjelang buka.

Berdo'alah untuk diri kita, keluarga kita, orang tua kita, sahabat kita, negeri kita.

*Musuh-musuh Islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mereka berdo'a kepada Rabbnya disaat menjelang berbuka.*

Kerana itu, mereka buat tipu daya untuk melalaikannya dengan program-program TV dan media lainnya di waktu-waktu yang mustajab yaitu menjelang berbuka dan menjelang sahur (2/3 malam).

Sehingga ummat ini, mereka makan-minum, berpuasa, namun tak sempat untuk berdoa.

Semoga nasihat ini bermanfaat bagi yang belum mengetahuinya.

أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Monday, May 29, 2017

30 CADANGAN RESEPI MENU BERBUKA PUASA

📌 *30 Cadangan Resepi Menu Berbuka Puasa Dan Bersahur Selama Sebulan*

*HARI PERTAMA : KETAM MASAK LEMAK CILI API*

Bahan-bahan
- 250g ketam (dibersihkan)
- 7 biji cili hijau
- 1½ cawan santan kelapa yang di parut
- 1 keping asam gelugur
- ½ sudu kecil serbuk kunyit
- ½ sudu besar garam secukup rasa
- ½ sudu kecil perasa

Cara-cara memasak
1. Masukkan ketam ke dalam periuk, masukkan serai, cili hijau, santan, asam keping, garam secukup rasa, perasa dan kunyit .
2. Masak selama 5-7 minit.
3. Siap, angkat dan hidangkan.

*HARI KEDUA : AYAM SOS LEMON MADU*

Bahan-bahan
- dada ayam 500g (potong ikut suka)
- tepung serbaguna (secukupnya)
- telur sebiji (kacau)
- madu 4 sudu besar
- lemon 2 biji (ambil jus)

Cara-cara memasak
1. Celupkan ayam dengan telur kemudian golek-golek atas tepung sehingga rata.
2. Panaskan minyak, goreng hingga garing, angkat dan ketepikan.
3. Untuk sos, campurkan madu dan jus lemon,kacau sebati dan masukkan ayam, gaul rata.
4. Hias dengan hirisan lemon dan daun sup. Siap!

*HARI KETIGA : PARI ASAM PEDAS*

Bahan-bahan
- 6 biji bawang merah
- 2 ulas bawang putih
- 1 inci halia
- ½ inci kunyit
(Semua bahan hendaklah ditumbuk)
- 4 sudu besar cili boh (rendam cili kering, tos dan kisar)
- ½ cawan air asam jawa
- 3 cawan air
- 250g ikan pari (dipotong kecil)
- 2 tangkai daun kesum
- sayur masin (jika suka)
- bendir
- 3 sudu minyak masak
- garam, gula dan sedikit lada hitam

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak di dalam periuk yang sederhana besar. Tumiskan bahan kisar hingga wangi.
2. Masukkan cili boh, kacau dan biarkan hingga terbit minyak.
3. Masukkan daun kesum. Masukkan pula air asam jawa dan kacau sebati.
4. Masukkan ikan pari, sayur masin dan air. Biarkan mendidih dab kecilkan api.
5. Masukkan garam, gula dan lada hitam.
6. Masukkan bendir dan biarkan seketika sehingga bendir masak.

*HARI KEEMPAT : SOTONG SAMBAL TUMIS HALIA*

Bahan-bahan
- sotong (direbus)
- cili kering (direndam dan dimesin)
- bawang merah, bawang putih dan halia (dimesin)
- sedikit air asam jawa
- garam dan sedikit gula

Cara-cara memasak
1. Panaskan sedikit minyak. Tumiskan bawang merah, bawang putih dan halia yang telah dimesin tadi sehingga wangi.
2. Masukkan cili dan tumiskan sehingga agak garing. Kemudian masukkan air asam jawa, garam dan sedikit gula.
3. Biarkan seketika dan masukkan sotong. Kacau sehingga sebati dan biarkan untuk beberapa minit lagi.

*HARI KELIMA : SAMBAL CILI IKAN BILIS PETAI*

Bahan-bahan
- ikan bilis 300g
- petai 2 papan
- bawang besar sebiji (dihiris)
- bawang putih 3 ulas (ditumbuk)
- cili merah sebiji (ditumbuk)
- cili padi 20 biji (ditumbuk)
- garam secukup rasa

Cara-cara memasak
1. Goreng ikan bilis hingga garing, angkat dan ketepikan.
2. Tumiskan bawang, dan bahan yang ditumbuk sehingga naik bau.
3. Masukkan garam, gaul sebati.
4. Masukkan ikan bilis dan petai, gaul rata. Siap!

*HARI KEENAM : AYAM PAPRIK*

Bahan-bahan
- 4 ketul ayam - dihiris kecil
- 2 ulas bawang putih - dicincang halus
- 1 biji bawang besar - dibelah dua dan dihiris bulat kasar
- 1 biji cili merah - dihiris serong
- 11 biji cili api - dipecah-pecahkan
- 2 helai daun limau purut - disiat-siat
- bunga kobis - dihiris kecil
- 2 biji putik jagung - dihiris serong
- 1/2 biji karot - dihiris serong
- 2 biji kacang panjang - dipotong 1 inci
- 2 sudu makan cili kering kisar
- 2 sudu makan cili sos
- 2 sudu makan tomato sos
-1 sudu makan sos tiram
- garam
- 1 cawan air

Cara-cara memasak
1. Panaskan sedikit minyak dalam kuali. Tumis bawang putih hingga wangi.
2. Masukkan cili kisar. Tumis hingga pecah minyak.
3. Masukkan semua sos. Tumis hingga pecah minyak.
4. Masukkan isi ayam. Kacau rata hingga isi ayam layu.
5. Masukkan air. Masak hingga mendidih.
6. Masukkan garam dan sedikit serbuk perasa. Kacau rata.
7. Masukkan semua bahan hiris. Kacau rata. Masak hingga sayur empuk. (Kalau kuahnya pekat sangat, boleh tambah sedikit lagi air).
8.Tutup api dan hidangkan.

*HARI KETUJUH : TOM YAM THAI*

Bahan-bahan
- 1 paket perencah tomyam
- 4 biji tomato
- 5-6 biji cili padi – ikut selera masing2
- 3 batang serai – diketuk
- 4 helai daun limau purut
- 1 batang lobak merah, sedikit cendawan
- 2 ulas bawang merah
- 2 biji bawang besar
- 1 cm lengkuas
- lauk – ayam/sotong/daging/ketam/udang
- 2 sudu besar sos tiram – optional
- 2 sudu besar sos cili dan sos tomato

Cara-cara memasak
1. Kisar (2 ulas bawang merah + 1 batang serai + 1 1/2 biji tomato + 3 biji cili padi).
2. Massukkan bahan kisar tadi dalam kuali dan 1 paket perencah tomyam. Tumiskan dan masukkan air secukupnya.
3. Masukkan pula lobak merah.
4. Setelah lobak merah empuk masukkan lebihan cili padi, serai yang telah diketuk, lengkuas yang dihiris, bawang besar, gula, garam. Kalau nak lagi sedap boleh tambah 2 sudu sos tiram, 2 sudu sos cili dan 2 sudu besar sos tomato.
5. Bila dah mendidih boleh masukkan isi ayam, udang, sotong dan sebagainya.
6. Kemudian masukkan tomato,cendawan dan daun limau purut.
7. Siap untuk dihidang

*HARI KELAPAN : SAMBAL TUMIS DAGING*

Bahan-bahan
- daging
- bawang putih, bawang kecil dan bawang besar (dihiris)
- cili kering (direndam dan dimesin)
- air asam jawa
- sedikit gula dan garam

Cara-cara memasak
1. Tumis bawang putih, bawang kecil dan bawang besar hingga wangi.
2. Masukkan cili mesin dan kacau biar sebati.
3. Masukkan gula, kacau.
4. Masukkan daging dan air asam jawa. Kacau dan biarkan hingga agak garing.
5. Masukkan garam dan kacau. Dengan api yang kecil biarkan hingga sambal garing dan terbit minyak.

*HARI KESEMBILAN : AYAM MASAK HALIA*

Bahan-bahan
- 500 gram ayam, potong kecil
- 4 ulas bawang putih, hiris nipis
- 2 cm halia, dihiris halus memanjang
- 1 sudu besar kicap cair
- 1 sudu besar sos tiram
- 1 biji bawang besar, hiris nipis membulat
- 1 biji cili merah, hiris nipis
- 1 tangkai daun bawang, hiris panjang 2cm cm
- 1 1/2 sudu kecil tepung jagung, bancuh dengan sedikit air
- minyak masak, untuk goreng ayam
- sedikit lada sulah atau lada hitam
- sedikit garam dan kunyit
- garam dan gula, secukup rasa

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak. Gaul ayam bersama garam dan kunyit kemudian goreng separuh masak. Angkat dan ketepikan.
2. Ambil sedikit minyak dari baki gorengan ayam tadi anggaran 1/2 senduk dan tumis bawang putih bersama halia sehingga naik bau.
3. Masukkan kembali ayam yang digoreng separuh masak tadi.
4. Masukkan pula sos tiram, kicap cair, dan sedikit taburan lada putih. Kacau seketika (jaga jangan sampai bawang putih hangus).
5. Masukkan air bancuhan tepung jagung dan kacau sehingga kuah menjadi sebati dan pekat. Tambah sedikit lagi air jika anda suka lebih kuah.
6. Taburkan dengan cili merah dan bawang besar dan kacau selama 2-3 minit sebelum diangkat. Perasakan dengan garam dan gula secukup rasa.
7. Angkat dan tabur dengan daun bawangdan. Hidangkan bersama nasi panas.

*HARI KESEPULUH : SUP IKAN MERAH*

Bahan-bahan
- ikan merah
- 4 ulas bawang merah
- 2 ulas bawang putih
- sedikit halia
- kayu manis, bunga lawang dan pelaga
- lada hitam biji - tumbuk
- sup bunjut ikan Adabi

Cara-cara memasak
1. Didihkan air secukupnya bersama sup bunjut ikan, bawang merah, bawang putih, halia yang dihiris, kayu manis, bunga lawang dan pelaga.
2. Biarkan air menggelegak sebelum dimasukkan ikan.
3. Akhirnya masukkan lada hitam dan garam secukupnya.
4. Taburkan daun sup san bawang goreng. Tutup api dan sedia dihidangkan.

*HARI KESEBELAS : SOTONG MASAK LEMAK PADANG*

Bahan-bahan
- 1 kg sotong - cuci bersih dan potong
- 3 biji bawang besar - belah 4
- 2 biji tomato - belah 4
- 2 batang serai - di titik
- 3 biji ubi kentang - belah 4
- 3 camca minyak untuk menumis
- 500 ml santan
- air secukupnya
- garam secukup rasa

Bahan kisar
- 5 ulas bawang merah
- 3 ulas bawang putih
- 2 inc kunyit hidup
- 2 inc halia
- 5 tangkai cili merah

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak
2. Tumiskan bahan kisar hingga harum dan terbit minyak
3. Kemudian masukkan bawang besar, serai, ubi kentang, tomato, sotong santan dan air
4. Kacau biar sebati
5. Kemudian renihkan dan sesekali di kacau supaya santan tidak pecah minyak.

*HARI KEDUA BELAS : AYAM GORENG MADU*

*Tips: kalau nak gantikan madu dengan gula pun boleh, sekiranya tak ada stok madu kat rumah.

Bahan-bahan
- ayam 8 ketul (direbus)
- bawang merah 5 biji (dikisar)
- bawang putih 6 ulas (dikisar)
- halia 1 inch (dikisar)
- kicap cair 1 sudu besar
- kicap pekat 1 sudu besar
- sos tiram 1 sudu besar
- madu 1 sudu besar
- minyak untuk menggoreng.

Cara-cara memasak
1. Rebuskan ayam sehingga separuh masak.
2. Campurkan bahan kisar, kicap cair, kicap pekat, sos tiram dan madu, bersama ayam,
3. Gaul rata, perap ayam dalam peti ais selama 2 jam.
4. Panaskan minyak, goreng ayam sehingga garing, tapi jangan terlalu lama sebab ayam
sudah separuh masak.
5. Siap! Sedia untuk dihidangkan.

*HARI KETIGA BELAS : TELUR MATA GORENG BAWANG DAN CILI*

Tips: Nak dapat telur mata yang gebu macam kat kedai tu, minyak kena banyak. Masa goreng telur, biarkan kuning telur sedikit cair.

Bahan-bahan
- telur 3 biji
- bawang besar sebiji (dihiris)
- cili padi 8 biji (belah 2)
- kicap secukupnya
- garam secukupnya
- minyak untuk menggoreng

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak, goreng telur, angkat dan ketepikan.
2. Tumis bawang besar dan cili padi sehinggasedikit layu, masukkan garam, gaul sebati.
3. Tuangkan atas telur tadi dan tuangkan sedikit kicap. Siap!

*HARI KEEMPAT BELAS : MASAK LEMAK CILI API SIPUT SEDUT*

Bahan-bahan
- 1kg siput sedut
- 5 ulas bawang merah - kisar halus
- 3 ulas bawang putih - kisar halus
- 2 inci kunyit hidup - kisar halus
- 2 inci halia - kisar halus
- 15 tangkai cipi padi - kisar halus
- 2 batang serai - di titik
- 500ml santan

Cara-cara memasak
1. Siput sedut diberus hingga bersih.
2. Rendam sebentar dalam air garam untuk membuang kotoran seperti pasir dan lumpur.
3. Potong bahagian ekornya, cuci bersih dan toskan.
4. Panaskan minyak, tumis bahan yang di kisar hingga harum.
5. Masukkan santan, serai dan siput.
6. Kacau perlahan atas api sederhana hingga masak
7. Perasakan dengan garam, masak hingga kuah sedikit pekat. Sedia di hidangkan.

*HARI KELIMA BELAS : SIAKAP STIM LIMAU NIPIS*

Bahan-bahan
- 1 ekor ikan siakap siap siang cuci bersih
- 1 labu bawang merah/besar
- 3 ulas bawang putih
- 1 inci halia
- 2 batang serai
- 5 biji cili padi
- 1 biji limau nipis ambil jusnye
- 1sdm sos tiram
- sepokok daun ketumbar
- setengah batang carrot
- semangkuk bunga kobis
- setengah biji Lada bengala
- garam dan gula secukup rasa

Cara-cara memasak
1. Guna kuali yang muat seekor ikan siakap diatas dapur. Masukkan ikan yang dah dicuci bersih.
2. Potong dadu bawang merah, Bawang putih dan halia taburkan atas ikan.
3. Hiris nipis serai dan tabur juga ke atas ikan dalam kuali.
4. Hiris cili ketepikan.
5. Potong carrot, bunga kubis dan lada bengala ikut bentuk disukai dan ketepikan.
6. Curah air kedalam kuali sehingga hampir tengelam ikan. Hidupkan api dapur tahap sederhana. Tutup kuali. Biar air mendidih dan biar ikan hampir masak.
7. Agak ikan hampir masak, kecilkan api. Masukan garam gula sos tiram, jus limau, sayuran dan daun ketumbar. Gaul kuahnya perlahan-lahan. Rasakan ikut hati dan siap

*HARI KEENAM BELAS :UDANG KICAP PEDAS*

Bahan-bahan
- 400 gram udang
- 1 biji (kisar) bawang besar
- 2 biji (kisar) bawang putih
- 1/2 inci (kisar) halia
- 3 sudu (saya dah blend siap2) cili kering
- 1 biji cili merah
- 4 sudu kicap pekat
- 2 sudu sos tiram
- 1 sudu gula
- secukup rasa (jika perlu) garam
- 1/4 cawan air

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak kemudian masukkan bahan yang dikisar untuk ditumis - bawang besar, bawang putih dan halia.
2. Masak hingga kekuningan kemudian masukkan cili kering yang telah di kisar. Tumis hingga naik minyak.
3. Masukkan kicap pekat dan sos tiram. Tumis seketika kemudian masukkan udang.
4. Masukkan air supaya ada kuah sedikit. Dan akhir skali masukkan cili merah. Jika perlu masukkan garam secukup rasa.
5. Siap untuk dihidang.

*HARI KETUJUH BELAS : AYAM PERCIK BAKAR*

Bahan-bahan
- ayam
- cili kering (suka pedas lebihkan)
- bawang kecik
- bawang putih
- halia
- lengkuas
(semua bahan-bahan diatas dikisar)

- serai (titik)
- 3 serangkai
- santan
- gula
- garam kasar
- asam keping

Cara-cara memasak
1. Masukkan semua bahan dalam periuk/kuali kecuali gula.
2. Bila ayam separuh masak,keluarkan ayam dan bakar..
3. Kuah lebihan rebus ayam tadi campurkan lagi sedikit santan dan gula dalam 4 ke 5 sudu.
4. Masak sampai pekat likat, sebatikan rasa masam masin sedikit, manis kena lebih.
5. Siap untuk dihidang.

*HARI KELAPAN BELAS :  IKAN SELAR GORENG SAMBAL CILI API PETAI*

*Tips : Petai dimasukkan akhir sekali, supaya petai nampak segar dan tak layu.

Bahan-bahan
- ikan selar 8 ekor
- serbuk kunyit+sedikit garam
- petai 2 papan
- bawang besar sebiji (dihiris)
- bawang putih 2 ulas (ditumbuk)
- cili padi 15 biji (ditumbuk)
- garam secukup rasa
- minyak (untuk menggoreng+menumis)

Cara-cara memasak
1. Lumurkan ikan dengan serbuk kunyit dan sedikit garam, gaul sekata.
2. Panaskan minyak, goreng ikan hingga garing kemudian angkat dan ketepikan.
3. Panaskan minyak, tumiskan bawang besar hingga layu dan tumis bahan yang ditumbuk
sehingga naik bau.
4. Masukkan garam, kacau sebati, akhir sekali masukkan petai, gaul rata.
5. Tuangkan bahan tumis bersama petai tadi atas ikan goreng, siap!

*HARI KESEMBILAN BELAS :  DAGING MASAK BLACK PEPPER*

*Tips : Untuk mendapatkan daging yang lembut pastikan ianya tidak di masak terlalu lama di atas api yang besar.

Bahan-bahan
- 500g daging (bahagian batang pinang)
- 4 ulas bawang putih
- 2 sudu besar sos tiram
- kicap manis
- 1 sudu kecil lada hitam (ditumbuk kasar)
- 2 tangkai cili merah (potong kasar)
- bawang besar holland
- 2 sudu kecil tepung jagung

Cara-cara memasak
1. Panaskan 2 senduk minyak, goreng daging selama 3-4 minit. Angkat dan asingkan.
2. Kurangkan sedikit minyak tadi kepada angggaran 1/2 senduk minyak, tumis bawang putih dan masukkan lada hitam.
3. Masukkan kicap dan serbuk lada hitam, kacau sebentar dam masukkan daging.
4. Masak menggunakan api besar dan kerapkan mengacau bahan dalam kuali.
5. Kemuduan tambah bancuhan tepung jagung dan bawang besar. Apabila kuah menjadi pekat padam api dan hidangkan. Hiaskan dengan taburan daun bawang.

*HARI KEDUA PULUH : SAMBAL TUMIS KERANG*

Bahan-bahan
- 3-4 kg kerang - direbus dan ambil isinya
- 3 ulas bawang putih - ditumbuk/kisar
- 2 biji bawang besar - ditumbuk/kisar
- 3 sudu(kurang atau lebih) cili yang telah dikisar
- 2 biji bawang besar - dihiris
- 1 cm (sedikit saja) belacan(jika suka) - kisar/tumbuk bersama bawang
- 1 sudu besar air asam jawa
- garam dan gula secukup rasa
- minyak untuk menumis
- sedikit air jika perlu.

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak dan tumis bahan kisar sehingga masak dan pecah/terbit minyak.
2. Masukkan kerang, hirisan bawang besar dan air asam jawa. Gaul rata.
3. Perasakan dengan garam dan gula secukup rasa. Jika inginkan kuah, tambahkan air.
4. Apabila kerang sudah sebati dengan sambal, bawang sudah masak bolehlah diangkat.

*HARI KEDUA PULUH SATU : UDANG GORENG BUTTER TELUR MASIN*

Bahan-bahan
- 500 gm udang
- 1/2 sudu kecil garam
- 1/2 sudu kecil serbuk kunyit
- minyak
- 3-5 sudu besar butter
- 6 ulas bawang putih - dicincang
- 15 biji cili padi - dihiris serong
- 4 tangkai daun kari
- 2 biji telur masin - direbus & hancur
- 2 sudu kecil gula
- 10 sudu besar susu cair/susu segar
- 1 sudu kecil tepung jagung

Cara-cara memasak
1. Telur masin rebus dibuang kulit dan dihancurkan. Ketepikan.
2. Udang dibersihkan dan digaul dengan garam dan serbuk kunyit. Panaskan minyak dan goreng sekejap sehingga udang berubah warna. Angkat dan ketepikan (buangkan semua lebihan minyak).
3. Panaskan kuali masukkan butter, tumis bawang putih, daun kari dan cili padi hingga wangi dan masukkan telur masin yang dihancurkan tadi.
4. Kemudian masukkan susu segar dan gula. (tak perlu letak garam sebab dah ada rasa masin dari telur masin)
5. Kacau rata dan masukkan udang. Kacau lagi. Masukkan bancuhan tepung jagung dengan air untuk memekatkan kuahnya. Masak seketika, kemudian bolehlah dihidangkan.

*HARI KEDUA PULUH DUA : KARI AYAM NYONYA*

Bahan-bahan
- ayam 1/2 ekor
- santan 1 bungkus kecil
- bawang merah 6 ulas
- bawang putih 4 ulas
- serai 3 batang hiris
- lengkuas 1 inci
- halia 1 inci
- kunyit hidup 1 inci
- buah keras 4 biji
- cili kering ikut pedas
- cili masak 2
- serbuk rempah daging 1 sudu besar

Cara-cara memasak
1. Blend semua bahan kecuali ayam dan rempah.
2. Seterusnya tumis dan masukkan rempah kari, daun kari.
3. Kacau sehingga wangi dan masukkan ayam, santan, kentang dan daun limau purut.
4. Siap untuk dihidangkan.

*HARI KEDUA PULUH TIGA : SINGGANG SOTONG*

Bahan-bahan
- 10-13 ekor sotong
- 3 ulas bawang merah
- 3 ulas bawang putih
- 1 batang serai
- 2-3 biji cili hijau
- garam,gula dan pasti sedap knor secukup rasa

Cara-cara memasak
1. Bersihkan sotong. Buang dakwat hitam dan isi perutnya. Masukkan dalam periuk.
2. Hiris bawang merah + putih dan ketuk serai. Masukkan semuanya dalam periuk sotong. Masukkan juga cili hijau.
3. Masukkan air. Jangan banyak sangat, agak-agak tenggelam sotong. Masak hingga menggelegak. Tambah garam, gula dan pasti sedap knorr secukup rasa.

*HARI KEDUA PULUH EMPAT : SIAKAP 3 RASA*

Bahan-bahannya

Untuk Ikan:
- 2 ekor ikan siakap
- tepung jagung untuk dilumur pada ikan
- serbuk Pasti Sedap Knoor
- minyak untuk menggoreng ikan

Untuk Kuah:
- 2 biji bawang besar - dipotong dadu
- 6 biji bawang putih - dititik
- 10 biji cili padi - dipotong kecil
- 1 inci halia - dihiris halus
- 1 biji tomato - dipotong dadu
- 1/2 biji cili benggala - dipotong dadu
- kiub nanas - boleh beli yang siap ditinkan
- 4 sudu besar sos tomato
- 4 sudu besar sos cili thai
- 2 sudu besar sos tiram
- 2 sudu besar sos ikan
- 2 batang serai - dititik
- beberapa helai daun limau purut
- daun sup/daun bawang untuk hiasan
- garam secukup rasa
- ajinomoto secukup rasa
- gula secukup rasa
- minyak untuk menumis

Cara-cara memasak
1. Ikan dibersihkan dan ditoskan
2. Lumurkan ikan dengan serbuk pasti sedap knoor. Pastikan semua bahagian dilumur rata. Kemudian, lumurkan pula dengan tepung jagung. Lumur kedua-dua belah bahagian ikan termasuk bahagian dalam.
3. Panaskan minyak yang banyak di dalam kuali. Pastikan minyak betul-betul panas barulah dimasukkan ikan tadi. Goreng terendam ikan tersebut. Setelah ikan garing, angkat dan ketepikan
4. Panaskan minyak dalam kuali yang lain. Tumiskan cili padi, halia, serai, dan bawang putih.
5. Setelah bawang agak layu, masukkan sos cili, sos tomato, sos tiram, sos ikan, dan 3 sudu jus nanas di dalam tin. Kacau sebentar.
6. Masukkan bawang besar, tomato, nenas, dan cili benggala.
7. Masukkan air sedikit. Tambahkan garam, gula dan ajinomoto.
8. Biarkan kuah mereneh seketika. Setelah kuah agak pekat, angkat dan curahkan di atas ikan yang telah digoreng tadi. Taburkan daun sup/daun bawang.

*HARI KEDUA PULUH LIMA : SUP TELUR*

Bahan-bahan
- 4 biji telur
- 2 biji kentang (potong kecil)
- 1 batang carrot (potong kecil)
- 1 pokok sawi minyak ata kailan (potong pendek)
- air secukupnya
- minyak
- garam

Bahan tumis (tumbuk kasar)
- 3 ulas bawang merah
- 1 ulas bawang putih
- 1 s/k lada hitam

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak dan tumiskan bahan tumis sehingga wangi.
2. Masukkan air secukupnya dan masukkan kentang dan carrot. Biarkan mendidih dan lembut.
3. Masukkan telur masa air menggelegak.
4. Bila dah nampak telur masak baru masukkan sawi dan tutup api.
5. Hidangkan.

*HARI KEDUA PULUH ENAM : DAGING GORENG BEREMPAH*

Bahan-bahan
- 250 g daging lembu (dipotong)
- 1 labu bawang besar (saiz kecil)
- 1/2 inci halia (dihiris)
- 1 biji cili merah (dihiris)
- 2 ulas bawang putih (dihiris)
- 1 sudu makan penuh serbuk kari
- 1 biji tomato (potong 6)
- daun bawang (dipotong)
- 1 sudu besar sos tiram
- 1 sudu kecil kicap manis
- sedikit garam dan serbuk kunyit
- sedikit minyak

Cara-cara memasak
1. Daging yang telah digaul dengan serbuk kunyit dan sedikit garam. Masak dalam kuali untuk dikeringkan airnya.
2. Jika daging belum empuk masukkan sedikit air lagi dan masak sehingga daging empuk.
3. Jika daging telah lembut masukan sedikit minyak dan bahan-bahan yang telah dihiris tadi, goreng seketika.
4. Masukkan serbuk kari, sos, kicap manis dan sedikit air. Kacau hingga kering sedikit.
5. Sesuaikan rasa masukkan buah tomato dan daun bawang. Angkat dan hidangkan.

*HARI KEDUA PULUH TUJUH : TELUR BUNGKUS*

Bahan-bahan
- 2 keping isi ayam dipotong kecil-kecil
- 1/2 biji bawang holland dicincang halus
- 1 biji tomato dubuang biji dan didadu kecil
- 1/2 batang daun saderi didadu kecil
- 1/2 peket sayur campur (carrot, jagung, kacang peas)
- 1 biji cili merah
- 2 sudu sos tomato
- 2 sudu sos cili
- 1 sudu sos tiram
- sedikit hirisan daun sup atau daun ketumbar
- secubit garam jika perlu
- minyak untuk menumis
- 2 biji telur ayam

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak dan tumis bawang holland sehingga sedikit layu
2. Masukkan hirisan dada ayam dan kacau seketika biarkan sehingga isi ayam masak
3. Masukkan hirisan tomato, batang saderi ,cili merah serta sayur campur dan dikacau rata
4. Perasakan dengan sos cili,sos tomato dan sos tiram dan kacau lagi.
5. Taburkan secubit garam jika perlu
6. Sebelum diangkat boleh la ditaburkan daun sup atau daun ketumbar.
7. Dalam kuali berasingan, panaskan minyak dan seratakan keliling kuali
8. Pukul telur ayam tadi dan goreng dalam kuali dengan kaedah melenggangkan kuali sehingga telur sekata
9. Letak kan inti ditengah-tengah dan bungkuskan telur tersebut
10. Biarkan telur garing seketika dan boleh lah diterbalik kan ke dalam pinggan.

*HARI KEDUA PULUH LAPAN : IKAN PERCIK*

Bahan-bahan
- ikan kembung/bawal
- santan pekat
- 5 biji bawang merah
- 1 biji bawang putih
- 1 inci halia
- 2 batang serai
- 1 keping asam keping
- kunyit
- garam
- gula

Cara-cara memasak
1. Lumurkan ikan dengan kunyit dan garam kemudian bakar dan asingkan
2. Kisar bawang merah, bawang putih dan halia dengan santan.
3. Masakkan di dalam kuali/periuk
4. Masukkan serai yang diketuk dan asm keping
5. Masukkan garam dan gula secukup rasa.
6. Biarkan kuah percik yang dimasak benar-benar pekat.
7. Setelah masak curahkan ke atas ikan yang dibakar tadi.

*HARI KEDUA PULUH SEMBILAN : GULAI DAGING KERISIK*

Bahan-bahan
- 450gm daging | hiris nipis
- 3 biji kentang kecil | kupas kulitnya
- 1 labu bawang besar | hiris
- 3 ulas bawang merah | tumbuk
- 2 ulas bawang putih | tumbuk
- 1/4cm halia | dipotong panjang
- air secukupnya
- 1/2 cawan santan pekat
- 2 sudu kerisik
- 2 sudu besar minyak
- 1 sudu besar minyak sapi
- 3 sudu besar rempah kari daging
- 3 kuntum bunga cengkih
- 3 biji buah pelaga
- 2 kelopak bunga lawang
- 1 cm kulit kayu manis

Cara-cara memasak
1. Sediakan periuk, satukan daging yang telah dibersihkan dengan rempah, bunga cengkih, bunga lawang, pelaga, kulit kayu manis, halia, bawang tumbuk dan air didihkan di atas dapur hingga empuk.
2. Tuangkan santan serta sedikit lagi air, biarkan mendidih sekali lagi sebelum dimasukkan kentang.
3. Apabila empuk masukkan kerisik, garam dan sedikit sahaja gula sekadar pelengkap rasa.
4. Biarkan gulai masak sempurna, angkat periuk dan letakkan ke tepi.
5. Panaskan minyak masak yang dicampur dengan minyak sapi dalam sebuah kuali kecil, goreng bawang besar hiris hingga kuning.
6.Tuangkan minyak bersama bawang ke dalam gulai dan tutup periuk cepat-cepat agar aromanya tidak keluar.

*HARI KETIGA PULUH : AYAM GORENG LEMON*

Bahan-bahan
- 3 sudu minyak zaitun
- 6 ketul peha ayam
- garam & lada hitam
- 1 biji bawang holand (dihiris kasar)
- 2 ulas bawang putih (dicincang)
- 6 biji kentang (dihiris halus)
- 1 cawan air rebusan ayam
- ½ epal cider
- 2 sudu perahan lemon
- beberapa batang rosemery
- herba thyme

Bahan perhiasan
- ½ hirisan keju parmesan
- 6 – 10 hirisan lemon

Cara-cara memasak
1. Panaskan minyak zaitun di dalam periuk (pan) dengan api yang sederhana.
2. Perapkan ayam dengan garam dan lada hitam selama beberapa minit.
3. Bakar ayam dalam periuk sehingga keperangan.
4. Kemudian, asingkan ayam dan tambahkan sedikit minyak ke dalam periuk.
5. Mula mengoreng bawang dan biarkan ia selama 1 minit.
6. Campakkan bawang putih ke dalam periuk dan gaulkan selama 30 saat.
7. Masukan kentang dan taburkan garam dan lada hitam kedalamnya.
8. Selepas itu, masukan air rebusan ayam dan masukan sedikit epal cider di dalam periuk.
9. Gaul sehingga rata dan campakkan beberapa batang daun rosemary.
10. Biarkan sehingga mendidih dan masukan semula ayam yang telah di asingkan sebentar tadi.
11. Tutup periuk dan biarkan ia dengan api sederhana sehingga ayam benar-benar masak dan kentang menjadi empuk.
12. Alihkan penutup dan masukan air perahan lemon.
13. Kacau sehingga rata dan taburkan keju parut dan hirisan lemon sebagai pelengkap hiasan sebelum dihidangkan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Keluargaku.....

Mobile Uploads Slideshow: Fauziah’s trip to Kuala Lumpur was created with TripAdvisor TripWow!